Pasar kendaraan listrik Indonesia mendapat tambahan produk lokal. Geely Auto Indonesia secara resmi memulai produksi massal Geely EX2 di fasilitas perakitan PT Handal Indonesia Motor (HIM) di Purwakarta, Jawa Barat.
Yang menjadi sorotan utama adalah tingkat komponen dalam negeri (TKDN) kendaraan listrik kompak ini yang telah mencapai 46,5%. Angka ini menempatkan EX2 sebagai salah satu model EV dengan kandungan lokal tertinggi di Indonesia saat ini.
“Respon pasar sangat positif, dengan lebih dari 1.000 pemesanan sejak program pre-order dibuka November lalu. Kami akan segera mengumumkan harga resmi untuk konsumen Indonesia,” ucap Wu Chuxing, CEO Geely Auto Indonesia, di Jakarta, Senin (19/1).
Komitmen lokalisasi Geely tidak hanya berhenti di perakitan akhir. Perusahaan asal Tiongkok ini menjalin kemitraan strategis dengan Gotion, produsen baterai lokal, untuk penyediaan battery cell. Langkah ini dinilai krusial dalam membangun ekosistem industri baterai nasional yang berkelanjutan.
Baterai Geely EX2 sendiri mengusung teknologi Cell-to-Pack (CTP) yang dilengkapi dengan sistem keamanan khusus (Battery Safety System) dan pendingin cair. Semua standar kualitas dan keamanan mengacu pada protokol global Geely.
Pabrik di Purwakarta saat ini memiliki kapasitas produksi hingga 60 unit per hari. Geely EX2 menjadi model ketiga yang dirakit lokal setelah Starray EM-i dan Geely EX5, menandakan ekspansi bertahap merek tersebut di Indonesia.
Untuk menjaga kualitas, Geely menerapkan sistem manufaktur standar global (GMES) dan melakukan serangkaian pelatihan intensif serta alih pengetahuan (knowledge transfer) kepada tenaga kerja lokal. Setiap unit juga melalui pengujian ketat, termasuk untuk sistem bantuan pengemudi (ADAS).
“Komitmen perakitan lokal ini adalah wujud nyata kontribusi kami terhadap transfer teknologi, peningkatan kompetensi SDM, dan tentunya mendukung kebijakan pemerintah dalam pengembangan industri kendaraan listrik nasional,” tambah Wu Chuxuan.
Geely EX2, yang di pasar global dikenal sebagai Geely Xingyuan, telah terjual lebih dari 465.000 unit di Tiongkok sepanjang 2025. Kehadirannya di Indonesia diharapkan dapat memperkuat pilihan konsumen di segmen EV kompak yang sedang tumbuh pesat.