MENTERI Sekretaris Negara atau Mensesneg Prasetyo Hadi menilai imbauan sejumlah kepala daerah agar masyarakat tidak merayakan malam tahun baru secara berlebihan langkah yang tepat. Sebab, Indonesia tengah dilanda bencana di sejumlah wilayah.
Istana memandang sikap tersebut sebagai wujud empati dan solidaritas kebangsaan.
Mensesneg mengatakan perayaan tahun baru seharusnya disikapi secara bijak dengan mempertimbangkan kondisi masyarakat lain yang sedang tertimpa bencana.
Menurut dia, momentum pergantian tahun tidak boleh menghilangkan rasa kemanusiaan dan kepedulian sosial.
“Saya rasa itu sangat tepat. Karena kita juga harus menunjukkan rasa empati, solidaritas, dan rasa senasib sepenanggungan sebagai suatu bangsa,” ujar Prasetyo kepada pewarta di Jakarta, Senin (29/12).
Ia menegaskan, meski pergantian tahun merupakan momen yang lazim dirayakan, situasi bencana menuntut kepekaan bersama.
Pemerintah, kata dia, memahami dan mendukung sikap para kepala daerah yang memilih mengedepankan empati ketimbang euforia.
Prasetyo menilai, imbauan tersebut mencerminkan kepemimpinan yang peka terhadap kondisi sosial masyarakat. “Bahwa ini bertepatan dengan pergantian tahun. Kami berpendapat apa yang disampaikan kepala daerah itu sudah benar,” kata dia. (H-4)