Pabrikan otomotif asal Tiongkok, Guangzhou Automobile Group (GAC), mengumumkan rencana ekspansi ke pasar Jepang pada 2026. Langkah berani ini akan menguji kualitas dan daya saing produk GAC di salah satu pasar otomotif paling kompetitif dan berkualitas tinggi di dunia.
GAC akan memasarkan dua model listrik andalannya, AION V dan AION UT, di Jepang melalui kerja sama dengan M Mobility Japan. Kedua model tersebut akan disesuaikan dengan preferensi lokal, termasuk dukungan terhadap sistem fast-charging CHAdeMO yang umum digunakan di Negeri Sakura.
Keberhasilan kedua model ini di pasar Indonesia dijadikan bekal dan pembuktian kualitas sebelum menantang pasar yang lebih ketat.
“Langkah ke Jepang adalah fase penting dalam strategi global GAC. Ini menunjukkan kepercayaan diri kami terhadap kualitas produk yang telah teruji di berbagai pasar, termasuk Indonesia,” jelas pernyataan resmi GAC, Kamis (18/12).
Di Indonesia, AION V dan AION UT telah meraih sejumlah penghargaan dan sambutan positif. AION V, SUV listrik dengan harga Rp449-489 juta, dinobatkan sebagai Kendaraan Listrik Terpopuler dalam Disway Awards 2025.
Sementara AION UT, hatchback listrik dengan harga Rp325-363 juta, meraih gelar Most Inspiring EV Hatchback of the Year pada Indonesia Automotive Awards 2025 dan menjadi model EV paling banyak dicoba pengunjung di GIIAS 2025. Prestasi internasional AION UT juga ditunjukkan melalui partisipasinya di Milan Design Week 2025.
GAC menargetkan penjualan awal sebanyak 200 unit di Jepang pada 2026. Target tersebut diproyeksikan meningkat signifikan menjadi 2.000 unit pada 2027, seiring dengan perluasan jaringan layanan dan pembangunan ekosistem pendukung kendaraan listrik di negara tersebut.